MEMAHAMI HIKMAH DIBALIK MUSIBAH

Bapak Ibu yang dimuliakan Allah, marilah yang pertama tama kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada kita diantaranya nikmat yang berupa iman dan Islam, nikmat sehat dan kesempatan, oleh sebab itu mari kita syukuri nikmat nikmat tersebut dengan senantiasa meningkatkan iman serta ketakwaaan kita kepada Allah SWT yaitu dengan menjalankan apa yang menjadi perintah perintah Allah dan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi semua yang menjadi larangan Nya. Termasuk   pula mari kita tingkatkan iman dan ketakwaan yang bisa mengantarkan kita pada satu keyakinan bahwa hidup didunia yang hanya sekali ini merupakan ujian dari Allah, Allah menguji  kita karena ingin mengetahui siapa diantara kita ini yang paling baik amalnya, yang paling taat ibadahnya, paling bertakwa dalam menjalankan perintah Nya. http://kopimorgan.com/jual-kopi-morgan/

Bapak Ibu yang dimuliakan Allah kalau kita membicarakan perihal ujian hidup masih banyak kita jumpai orang Islam yang belum memahami bahwa hidup ini adalah ujian, dipikirnya yang namanya ujian itu cuma musibah yang   sifatnya yang susah susah, yang sedih sedih, yang sakit sedangkan yang enak enak seperti kaya, sehat banyak uang   itu bukan ujian, itulah sebabnya ada yang mengatakan : “ hidup ini ‘kan cuma sekali untuk apa dibuat susah susah “.Dengan tidak memahami hakekat hidup ini adalah ujian, maka akibatnya banyak orang Islam   yang tidak lulus ketika menghadapi ujian tersebut terutama ujian   yang berupa kenikmatan dengan kata lain banyak orang Islam yang jadi kufur nikmat. Nah orang yang kufur nikmat ini diancam oleh Allah dengan firman Nya : “ ……. inna adzabi lasadid ”. …………..sungguh siksa Ku amatlah pedih. http://jayarakminimarket.com

Bapak Ibu yang dirahmati Allah, oleh sebab itu pada pagi hari ini marilah kita mencoba untuk belajar memahami tentang   hakekat ujian hidup ini, yaitu untuk mencari jawaban apa maksud yang sebenarnya Allah menguji kita dan yang kedua bagaimana kita menyikapinya andaikata ujian itu datang kepada kita ?.

Bapak Ibu yang dirahmati Allah ujian hidup atau kita sering menyebutnya dengan istilah musibah adalah suatu keniscayaan yang tidak mungkin bisa kita menghindarinya, semua orang pasti mengalaminya, semua pasti dapat giliran satu persatu tidak terkecuali entah itu ringan atau berat, tergantung Allah yang   menentukan sesuai dengan batas kemampuannya.

Ujian hidup yang sering kita konotasikan dengan suatu kejadian yang tidak menyenangkan, acapkali ditimpakan oleh Allah kepada kita secara mendadak, sehingga seringkali kita tidak siap untuk menghadapinya. Banyak contoh musibah yang datangnya mendadak dalam kehidupan kita sehari hari, coba kalau kita perhatikan bukankah sering kita lihat orang yang tadinya kaya raya kemudian menjadi miskin mendadak karena rumahnya ludes terbakar, bukankah sering kita melihat orang yang begitu dicintainya entah itu istri, suami, anak yang tadinya sehat tiba tiba mati karena kecelakaan, bukankah sering kita lihat petani yang sebentar lagi hendak menuai padinya tiba tiba rusak diserang hama . Hampir semua orang tidak menginginkan ditimpa musibah. (orang orang tua Jawa biasanya bilang : “ wis mandeko kono kono wae “), namun mau bagaimana ? kita mau menolaknya ? nggak bisa karena yang namanya musibah itu ketentuan Allah untuk menguji iman dan ketakwaan kita. http://jualtroli.com

Kalau kita sering membaca dan mengkaji Al Qur’an tentunya kita akan tahu berita tentang kepastian bahwa setiap orang akan menerima ujian hidup. Dalam QS 2 : 155 Allah berfirman : “ Walanablu wannakum bisyai in minal khouf wal djuui wa naqsin minal amwali wal angfusi watsamaraati wa basysyiri shshobirin” yang artinya : “ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan berikan khabar gembira kepada orang orang yang sabar “

Barangkali timbul pertanyaan dalam pikiran kita untuk apa Allah menguji kita sedangkan kita ini sudah beriman, taat dalam menjalankan ibadah ya shalat, puasa, bersedekah mengapa tidak orang orang kafir saja yang jelas jelas kufur nikmat ?

Bapak ibu yang dirahmati Allah ketika Allah menimpakan musibah kepada seorang hamba Nya bukan berarti Allah tidak sayang kepada hamba Nya namun   justru sebaliknya dengan ditimpakan musibah itulah Allah bermaksud mengangkat derajat iman dan ketakwaan kita. Allah bermaksud menyelamatkan kita dari siksa api neraka, terlebih Allah bermaksud memberi hidayah kepada hamba yang dipilih Nya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda : “ Jika Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba Nya maka akan ditimpakan kepadanya musibah, akan ditunjukkan aib dirinya dan akan dipahamkan akan urusan agamanya “.

Maksudnya hadits itu , kalau Allah menghendaki kebaikan pada kita maka Allah akan menimpakan musibah terlebih dahulu kepada kita, contohnya begini, Bapak Ibu pernah nggak kemalingan ? Ibu pernah kemalingan apa ? ya hampir semua kita pernah kehilangan entah kecil atau besar sedikit atau banyak. Pertanyaannya kenapa Allah kirim maling kerumah kita ? Apa sih gunanya maling itu ? kata para ulama maling iku gunane gawe njukuk amale wong sing gak eling. Jadi artinya kalau kita kehilangan mobil, motor, uang itu maksudnya Allah menunjukkan aib kita bahwa   amal sedekah kita masih terlampau sedikit, kita masih tergolong orang yang pelit makanya Allah mengingatkan kita dengan mengambil paksa harta kita. Jadi kalau barang barang kita hilang itu bukan berarti karena kita kurang hati hati dalam menyimpannya atau menjaganya tapi itu memang sudah menjadi skenarionya Allah agar kita bisa mengambil hikmahnya.   Allah bermaksud memberikan hidayah kepada kita bermaksud untuk mengangkat iman dan ketakwaan kita, jadi jangan bersedih, jangan menyalahkan anak ketika sepeda motornya hilang didepan warnet dengan ngatakan tidak hati hati. Orang yang iman takwanya sudah diangkat oleh Allah, kata Allah : “ Lakhoufun alaihim walahum layahzanun “. Tidaklah mereka takut dan bersedih hati. Dan masih banyak contoh contoh yang Bapak ibu bisa mengambil hikmah atau pelajaran dari setiap musibah. Marilah kita tetap berprasangka baik kepada Allah dan memohon semoga Allah akan menggantinya yang lebih baik atas musibah yang menimpa kita. http://rayarakminimarket.com

Bapak Ibu yang dirahmati Allah seperti saya sampaikan diatas bahwa setiap orang pasti akan mendapat giliran ditimpa musibah. Lha kalau giliran itu benar benar sampai pada kita lalu bagaimana cara menyikapinya ? Didalam buku yang berjudul jiwa yang sehat karangan eks Direktur Utama Rumah Sakit Islam Surabaya yang juga merupakan pakar psikolog memberikan tips dengan mengatakan : “ ujian hidup itu adalah suatu keniscayaan yang tak dapat diingkari. Tak perlu lari yang diperlukan adalah antisipasi. Ujian itu adalah bagian   dari hidup itu sendiri yang memang kita perlukan juga sebagai sarana belajar agar kita menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup. Jangan hadapi suatu musibah itu subyektif-emosional yang akan menyebabkan kita selalu bersedih tapi hadapilah dengan obyektif – rasional dan realitas sehingga kita bisa mengambil manfaatnya ”.

Saya pernah punya pengalaman kehilangan motor ketika sholat maghrib dimasjid ini padahal pada saat itu motor sudah saya kunci, ketika turun sholat motor saya raib dan maling yang saya cari tidak ketemu saya cuma bisa pasrah dan berpikir positif bahwa Allah   ingin mengganti motor saya dengan yang lebih baru, benar saja dalam tahun yang sama saya bisa membeli 3 unit motor yang baru. Alhamdulillah.

Pada akhirnya sebagai kesimpulan dengan memahami setiap hikmah yang terkandung dalam musibah yang mendatangi kita mari kita jadikan sebagai spirit untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kita, janganlah kita terus bersedih hati ketika musibah menimpa kita, hadapilah dengan syukur dan sabar karena semua itu merupakan sunatullah, tidak ada seorangpun yang mampu lari untuk menghindarinya. Dan yakinlah   setiap persoalan pasti ada solusinya karena Allah telah menyampaikan dalam Al Qur’an : “ setelah kesulitan pasti ada kemudahan “. http://trolleytroli.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *