Mengenal Sosok Wanita Ahli Ibadah Rabiah Al Adawiyah

Oleh: Aannisah Fauzaania

Bissmillah.

Sahabat, tulisan ini akan mengupas keistimewaan seseorang bernama Rabiah Al Adawiyah, sosok wanita hebat yang mempunyai kecintaan begitu besar pada Allah SWT. Bahkan ia yang selalu bisa mengalirkan bulir-bulir air mata dari sudut matanya ketika tengah bersujud merindu Allah SWT.
MashaAllah, sudahkah kecintaan kita pada Illahi sebesar cinta yang Rabiah miliki?

Dari beberapa syair beliau yang sempat saya baca, ia menuliskan beberapa bait untuk mengungkapkan betapa cintanya ia pada Rabbnya. Syair tersebut antara lain,
“Sekiranya aku beribadah kepada Engkau Karena takut akan siksa neraka, Biarkanlah neraka itu bersamaku. Dan jika aku beribadah karena mengharap surga,

Maka jauhkanlah surga itu dariku. Tetapi bila aku beribadah karena cinta semata, Maka limpahkanlah keindahan-Mu selalu…” http://jayarakminimarket.com/pintu-putar-box-single/

“Kucintai Engkau lantaran aku memang cinta, Dan lantaran Engkau yang memang patut untuk dicintai. Cintaku lah yang membuat rindu pada-Mu, Demi cinta suci ini, bukalah… Tabir penutup tatapan sembahku. janganlah Kau puji aku lantaran ini, Bagi-Mu lah segala puja dan puji…”

MasyaAllah, sebegitu dalam rindu seorang Rabiah Al Adawiyah pada Allah SWT. Ia telah benar mahfum, Allah lah yang akan menjadi tempatnya berpulang. http://jualrakgudang.net/pintu-putar/

Dalam kitab Tadzkirat Al Awliya’ karangan Taraduddin Attar dikisahkan, Rabiah binti Ismail al Adawiyah merupakan seorang wanita ahli ibadah yang terlahir di sebuah daerah bernama Basrah pada tahun 95 H. Ia Diberi nama Rabiah karena merupakan anak keempat yang dimiliki oleh orangtua yang begitu mengasihinya kala itu. Rabiah al Adawiyah adalah sosok wanita yang selalu mengajak mahabbah atau mencintai Allah pada banyak masyarakat di masanya. http://jualtroli.com/jual-pintu-putar

Rabiah lahir dengan keadaan sekitar yang sangat menyedihkan. Bahkan tak ada satu pun lampu yang bisa menerangi prosesi kelahirannya. Ibundanya menjadi sangat bersedih kala itu, sehingga kemudian malaikat turun menyampaikan sesuatu dari Allah. Ia berkata “Wahai fulan, janganlah bersedih, kelak anakmu yang terlahir kini akan menjadi sosok yang dihormati oleh ribuan anak manusia pada masanya.” http://rayarakminimarket.com

Dalam masa pertumbuhannya, masyarakat Arab kala itu tengah diselubungi kejahilan pekat. Banyak sekolah agama ditutup, dan ayah dari Rabiah yang tadinya berprofesi sebagai seorang guru agama harus merelakan ilmunya untuk berhenti dibagi dan akhirnya menjadi seorang pendayung sampan. Rabiah sering menemani ayahnya mendayung sampan, suara merdu dari lagu yang didendangkan oleh gadis muda itu menarik perhatian banyak penumpang hingga ramailah orang-orang yang ingin menaiki sampan ayahnya.http://rakgu.com/jual-pintu-putar

Hingga ayahnya kemudian wafat, Rabiah menggantikan profesi panutannya tersebut sebagai pendayung sampan. Suara merdunya yang terus didendangkan sembari mendayung mendatangkan rezeki yang lebih cukup untuk kehidupannya. Waktu bergulir sampai kemudian pada suatu hari kemalangan datang. Rabiah diculik dan dijual kepada raja seharga enam dirham. Gadis itu kemudian menjadi pelayan dan penuang arak untuk raja dan tamu-tamunya dalam istana. http://bolobeli.com/pintu-putar

Seiring berjalannya waktu, Rabiah terasa insyaf atas kesalahannya yang telah menjadi penghibur dan penuang arak berhukum haram. Seringkali Rabiah bersujud memohon ampunan pada Allah SWT. hingga pada suatu hari ia enggan lagi menyanyi dan melayani raja seperti hari sebelumnya, Rabiah berzikir dan bersujud pada Allah SWT dalam biliknya. http://jayarak.com/pintu-putar/

Melihat Rabiah yang sering berdiam dalam bilik, raja kemudian marah dan menyiksa rabiah. Raja bahkan pernah menyuruh pelayannya yang lain meletakkan ular dan kalajengking dalam bilik Rabiah namun pada akhirnya malah pengawalnya itu yang terkena gigitan dari ular. Rabiah terus disiksa hingga ia merasa kemalangan begitu menimpa dirinya.
Ia telah menjadi yatim piatu dan kini harus menjadi budak yang disiksa oleh tuannya.http://jualraktoko.com/jual-pintu-masuk-putar

Meskipun begitu, semangat ibadah Rabiah tak pernah luntur sedikit pun jua. Ia masih senantiasa berzikir dan bersujud menyampaikan begitu cintanya ia pada sang pencipta; Allah yang esa, meskipun harus berada dalam kesulitan yang pekat. Kemudian Rabiah berusaha mengadukan segala kesahnya pada Allah SWT, pada saat beliau memanjatkan do’a kepada Allah SWT, beliau sering mendapat bisikan, “Jangan engkau bersedih, karena kelak dikemudian hari orang-orang yang dekat denganKu (Allah SWT) akan cemburu melihat kedudukanmu.”

Rabiah akhirnya bisa bertahan hingga pada suatu masa berakhirlah masa berkhidmatnya pada raja. Ia dilepaskan dari istana dan dieprsilahkan hidup bebas kembali. Rabiah merasa sangat bersyukur dan tak meminta apa-apa, padahal raja waktu itu menawarkan akan memberikan sesuatu pada Rabiah apabila ia menginginkannya.

Sekembalinya Rabiah ke rumah, pada suatu malam ketika ia tengah berdoa bermunajat pada Allah, rumahnya didatangi oleh seorang pencuri. Ketika pencuri tersebut masuk ia sangat kecewa karena tak mendapati satu barang berharga pun kecuali ada sebuah tempayan di salah satu ruangnya. Pencuri itu menerobos lagi, ketika ia sampai ke kamar rabiah dan melihat sesosok wanita tengah bersujud, ia segera mengeluarkan pisaunya, namun atas izin Allah pisau tersebut kemudian jatuh dan menolehlah Rabiah ke belakang. http://pasarrak.com/jual-pintu-putar

Kemudian didapatinya seorang yang tengah berdiri dengan raut begitu aneh. Setelah tersadar dari kagetnya, Rabiah menyuruh pencuri itu berwudhu kemudian shalat dan berdoa meminta apa yang dibutuhkannya dalam kehidupan ini. Pencuri itu berdoa agar ia diberikan kekayaan yang banyak dan mencukupi.

Pada waktu yang bersamaan pula, raja dan para pengawalnya datang ke rumah Rabiah membawa banyak harta yang akan diberikannya pada rabiah. Kala itu Rabiah berkata, “Aku tak sedang meminta harta ini, namun orang di sebelahku yang telah berdoa memintanya.” Maka semua harta itu akhirnya diberikan untuk pencuri tadi hingga ia menjadi seorang kaya raya dalam hidupnya. http://rakminimarket.co/jual-pintu-putar
MasyaAllah, jika Allah telah menghendaki sesuatu, maka apapun bisa terjadi dengan perantara apapun dan siapapun.

Setelah waktu berlalu, Rabiah masih menjalani hidupnya dalam kesendirian. Melimpahkan kecintaan penuhnya hanya pada Allah SWT. Sepanjang hidupnya, salah satu sifat baik yang patut kita ikuti darinya adalah sifat zuhudnya. Rabiah senantiasa menerapkan sikap tawakal pada Allah akan skenario kehidupannya di dunia, ia pun senantiasa rendah hati dan menempatkan akhirat dalam hatinya. Sehingga banyak keajaiban baik dari Allah yang menghampiri setelahnya.http://rakminimarket.biz/jual-pintu-putar

Sahabat, semoga kisah di atas bisa menjadi bahan muhasabah diri bagi kita semua. Betapa Rabiah yang menjadi yatim piatu dan telah disiksa hingga hampir dibunuh pun masih sempat dan tak pernah mau meninggalkan ibadahnya. Begitu cintanya ia pada Allah SWT hingga dalam sujud-sujudnya ia sering menangis menyampaikan rindu.

Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita beribadah karena benar-benar menghadapkan hati dan mengharap ridha Allah? Atau hanya sekedar menunaikan kewajiban yang pelaksanaannya pun asal selesai? Astaghfirullah.. sahabat, semoga kita bisa senantiasa menjadi pribadi yang terus mau memperbaiki kualitas diri, menambah keimanan hingga tak hanya baik di dunia, namun di akhirat pun. Aamiin.http://boxobral.com/pintu-putar-box-double

Pelembang, 11 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *