Praktisi Ruqyah Syariyyah

Bagi Sahabat yang mengalami gangguan jin / penyakit lainnya silahkan hubungi

Muhammad Yusuf
Address : Ciracas, Jakarta Timur
WhatsApp & Line : 0813.3353.3889

Bismillahirohmannirohim
Assalamu’alaikum Wr, Wb

Segala Puji bagi Allah, salawat dan salam selalu tercurahkan kpd bimbingan Nabi Muhammaad Saw, Keluarganya, para sahabat, Orang-orang yang mengikuti sunahnya hingga hari kiamat.

Guna-guna, sihir, santet, teluh, dan semacamnya ini menjadi komoditas harian mayoritas penduduk Indonesia. Meski memeluk agama Islam yang notabenenya sangat menentang praktek2 syirik semacam itu, kondisi sosio-historis yang masih terinduksi personal animisme masa lampau, yang membuat mereka tetap mengakrabi hal-hal demikian. “Na udzu bilah min dalik”

Permasalahan menjadi lebih sulit kita justru menjadi korban praktek itu. alih-alih menghindari syirik kebanyakan malah terjerumus ke dalam perangkapnya, saat melakukakan pengobatan dengan pergi ke Dukun-dukun sihir.

Sebenarnya Al qur’an telah menyediakan penangkal yang manjur. Bukankah ia adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman? (Lihat Surat Al Isra Ayat 82, Surat Fusilat Ayat 44).

Dan Rasulluloh Saw telah mengajarkan berupa doa-doa dari Al Qur’an dan As sunah yang disebut Ruqiyah.

Ruqiah berarti bacaan-bacaan untuk pegobatan yang sesuai dengan syariat yaitu berdasrakan Riwayat sahih atau sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati para ulama.

Sebab-sebab terkena sihir, Santet, kesurupan, dan sebagainya pada hakekatnya merupakan Praktek yang mengguakan bantuan jin, ini terjadi jika seseorang mempunyai perjanjian dengan mahluk tsb sebagaimana diisyaratkan dalam surat al Jin ayat 6 lalu meminta bantuan mereka untuk memberi manfaat atau mencelakai seseorang. pada saat itulah Jin dapat merasuki dan memulai operasinya.

Namun ada kalanya sang Jin mengganggu atau masuk ke tubuh seseorang karena keinginan mereka sendiri dengan berbagai macam alasan. di antaranya :
– karena kesakitan tersiram air panas
– Karena dia jatuh cinta kepada manusia
– Karena memang keisengan dia

Ttabiat jin itu suka berdusta kemudian cnderung berbuat jahat.
Tetapi Jin tidak bisa merauki tubuh seseorang kecuali saat dia tidak melaksananakan syariat Allah Swt serta tidak mendekatkan diri kepada-Nya. Ada beberapa kondisi di mana Jin sangat mudah sekali masuk kedalam tubuh seseorang yaitu saat marah sekali, takut sekali, senantiasa bernafsu shawat dan lalai ataupun stress berlebihan.

Macam-macam Gangguan Jin :
– Gangguan Total yaitu jin mengganggu seluruh jasad seperti orang yang mengalami berbagai sumbatan syaraf.
– Gangguan sektoral yaitu jin memegang (mengganggu) salah satu anggota badan seperti lengan , kaki atau lidah.
– Gangguan Berkepanjangan yaitu jin terus berada dalam jasadnya dalam waktu yang lama.
– Gangguan Sejenak yaitu tidak lebih dari beberapa saat saja seperti mimpi buruk.

Demikianlah sekelumit pengetahuan tentang RUQIYAH dengan maksud agar terhindar dari perbuatan atas Persekutuan/Syirik terhadap Allah dengan mendatangi Orang Pinter, Dukun dan semacamnya supaya terhindar dari celakanya Duniawi dan Akhirat dan mengajak para Umat supaya kembali dan terarah kepada Ajaran dan Syariat yang berlaku yaitu Islam yang murni sebagaimana Allah telah membuat dan menurunkan Ayat-ayatnya untuk menjadi pengobat dari berbagai macam masalah dan penyakit.

Amin ya Robbal alamin

Di antara sunnah yang mulia Rasulullah –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– yang kini semakin diperhatikan oleh kaum muslimin bi fadhliLlâhi Ta’âlâ adalah ruqyah syar’iyyah, beliau –shallaLlâhu ’alayhi wa sallam– pun mencontohkan dalam haditsnya yang mulia tata cara praktis melakukan ruqyah mandiri.

Pengertian Ruqyah

Imam Ibnu Manzhur (w. 711 H) menjelaskan, al-ruqyah bermakna (العُوذة، مَعْرُوفَةٌ) yakni perlindungan, sesuatu yang diketahui. Jamaknya ruqaa.[1] Ibnu Manzhur dan Imam al-Mutharrizi al-Hanafi (w. 610 H) pun merinci:

رَقَى الرَّاقِي رُقْيةً ورُقِيّاً إِذَا عَوَّذَ ونَفَثَ فِي عُوذَتِه

“Seorang peruqyah meruqyah dengan suatu ruqyah dan ruqyah-ruqyah jika ia memohon perlindungan dan menghembuskan nafas dalam do’a perlindungannya.”[2]

            Dari pengertian di atas, kita memahami bahwa ruqyah syar’iyyah tak sekedar pembacaan do’a tapi juga disertai hembusan nafas.

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *